Tutup

Layanan

Situs Lainnya

Pertiba Startup & Network

Universitas Pertiba gelar kuliah Tokoh bersama Ir. rudianto Tjen Anggota komisi 1 DPR Ri dengan tema Peran Generasi Muda dalam Ketahanan Nasional

Universitas Pertiba gelar kuliah Tokoh bersama Ir. rudianto Tjen Anggota komisi 1 DPR Ri dengan tema Peran Generasi Muda dalam Ketahanan Nasional




Pangkal Pinang, 5 November 2025 — Aula Universitas Pertiba (Uniper) Pangkal Pinang siang  itu terasa penuh semangat kebangsaan. Ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas mulai dari Fakultas Hukum, Fakultas Sains dan Informatika, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, memadati ruangan untuk menyambut kehadiran Ir. Rudianto Tjen, anggota Komisi I DPR RI, dalam kuliah umum bertema “Peran Generasi Muda dalam Ketahanan Nasional.”

 

Acara ini merupakan bagian penting dari rangkaian Dies Natalis ke-43 Universitas Pertiba, sebuah momentum reflektif atas perjalanan panjang kampus swasta tertua di Bangka Belitung yang terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Yayasan Pertiba, Dr (c). AdiSuputra, S.T., M,Kom yang menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Rudianto Tjen hadir di tengah kesibukan nasionalnya.

 

“Kami merasa terhormat karena tokoh nasional seperti Pak Rudianto hadir berbagi pengalaman di kampus ini. Yayasan Pertiba selama 43 tahun telah berkomitmen membantu pemerintah melalui pendidikan tinggi, melahirkan ribuan alumni yang kini berkiprah dari daerah hingga tingkat nasional,” ujar AdiSuputra.

 

Selanjutnya, Rektor Universitas Pertiba, Dr. Suhardi, S.E., M.Sc., Ak. CA  secara resmi membuka acara dan memberikan apresiasi atas kehadiran legislator senior asal Babel tersebut.

 

“Pak Rudianto adalah contoh nyata sosok pemimpin yang berpikir nasional, namun tetap berpijak pada akar daerah. Kami sangat menghargai waktunya yang diberikan untuk mahasiswa dan dosen Uniper,” ujar Rektor Suhardi.

 

Rudianto Tjen: Dari Bangka untuk Indonesia

 

Dalam kuliah umumnya, Ir. Rudianto Tjen tampil dengan gaya komunikatif dan inspiratif. Ia berbagi pandangan tentang pentingnya ketahanan nasional yang berbasis pada kekuatan sumber daya manusia muda, bukan semata kekuatan fisik atau militer.

 

“Ketahanan nasional bukan hanya tentang senjata dan strategi militer. Ia adalah tentang daya tahan moral, karakter, dan kesadaran sosial bangsa. Generasi muda harus menjadi penjaga nilai, pembangun peradaban, dan pengguna bijak teknologi,” tegasnya.

 

Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Rudianto menjelaskan kiprah lembaganya dalam memperkuat sektor pertahanan, komunikasi, dan diplomasi luar negeri, termasuk mendorong perluasan akses beasiswa dan dukungan bagi pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.

 

Menariknya, Ir. Rudianto Tjen juga baru saja dipercaya sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan, setelah dilantik langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Posisi itu menandakan pengakuan atas integritas dan dedikasinya dalam mengelola tanggung jawab politik nasional.

 

“Saya berasal dari Bangka Belitung, dan saya selalu bangga ketika melihat anak-anak muda dari daerah ini berprestasi di tingkat nasional. Perguruan tinggi seperti Uniper Pertiba telah menjadi benteng ketahanan pendidikan yang membentuk generasi tangguh dan berkarakter,” katanya.

 

Refleksi Historis dan Sosiologis: Kampus sebagai Pilar Ketahanan

 

Secara historis, Universitas Pertiba merupakan hasil idealisme masyarakat Bangka yang menyadari pentingnya pendidikan sebagai alat perubahan sosial. Di tengah keterbatasan ekonomi dan geografis, Pertiba tumbuh sebagai simbol ketahanan moral dan intelektual.

 

Secara sosiologis, kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar tentang tanggung jawab, solidaritas, dan kesadaran kebangsaan. Di sinilah ketahanan sipil dibentuk  kemampuan masyarakat untuk tetap teguh dalam menghadapi tekanan sosial, politik, dan budaya global.

Mahasiswa Sebagai Subjek Ketahanan Bangsa

 

Dalam kerangka Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk berperan serta dalam pertahanan. Namun, esensinya bukan hanya kesiapan fisik, melainkan kesiapan moral dan intelektual untuk menjaga kedaulatan bangsa.

 

Secara filosofis, ketahanan nasional bertumpu pada nilai kebenaran, kebajikan, dan pengetahuan. Mahasiswa — sebagai agen perubahan menjadi subjek utama yang menentukan arah masa depan bangsa.

 

Dari Kampus untuk Ketahanan Bangsa

 

Kehadiran Ir. Rudianto Tjen di kampus Uniper Pertiba bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol sinergi antara politik nasional, pendidikan lokal, dan kesadaran kebangsaan.

 

Empat puluh tiga tahun perjalanan Pertiba adalah bukti bahwa pendidikan tinggi adalah benteng paling kokoh dari ketahanan nasional — dan generasi mudalah penjaganya.

Oleh: Eddy Supriadi

Admisi dan Humas Universitas Pertiba Bangka Belitung