"Cinta Bangga Paham Rupiah": Bank Indonesia Mengajar di Universitas Pertiba
Pada tanggal 6 Maret 2024, Bank Indonesia mengadakan kegiatan "Bank Indonesia Mengajar" di Universitas Pertiba. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang auditorium Fakultas Hukum Universitas Pertiba. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan pihak akademis untuk mendiskusikan berbagai aspek tentang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Narasi dimulai dengan sambutan dari perwakilan Bank Indonesia yang memberikan gambaran umum tentang QRIS dan pentingnya teknologi ini dalam mendukung sistem pembayaran di Indonesia.
Teknis penggunaan QRIS, termasuk cara pembuatan dan penggunaan kode QR, standar keamanan, dan integrasi QRIS dalam berbagai aplikasi pembayaran digital. Para peserta diajak untuk memahami lebih dalam tentang cara QRIS berkontribusi dalam mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan aksesibilitas transaksi tanpa tunai di masyarakat.
Pembicara dari Bank Indonesia juga akan memberikan contoh pengimplementasian QRIS dalam berbagai sektor ekonomi, seperti perdagangan, pariwisata, dan layanan keuangan. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis dan aplikatif kepada peserta agar mereka dapat mengimplementasikan QRIS dalam konteks pekerjaan mereka di masa depan.
Selama kegiatan, partisipan diundang untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi secara interaktif dengan narasumber, menciptakan suasana kolaboratif yang membangun pemahaman mendalam tentang QRIS. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan pemahaman yang lebih baik tentang peran QRIS dalam mengembangkan sistem pembayaran digital di Indonesia.
Dalam sebuah sesi yang informatif, Bank Indonesia memberikan tips praktis kepada masyarakat tentang bagaimana menjaga agar uang tetap awet dan terjaga bentuknya. Narasumber memulai dengan memberikan pemahaman mengenai bahan pembuat uang dan kerentanannya terhadap kondisi lingkungan. Peserta sesi diajak untuk memahami bahwa uang, meskipun terbuat dari bahan khusus, tetap membutuhkan perawatan. Narasumber memberikan panduan sederhana, seperti menjauhkan uang dari kelembaban, menghindari paparan sinar matahari langsung, dan menyimpan uang di tempat yang aman agar terhindar dari kerusakan fisik.
Selain itu, peserta diajarkan untuk tidak menekuk atau merobek uang, karena tindakan tersebut dapat merusak struktur uang dan membuatnya sulit untuk diterima di mesin-mesin pembayaran otomatis. Informasi ini memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai cara menjaga keberlanjutan uang dalam peredaran ekonomi.
PERTIBAHome
Kirim Tulisan