Tutup

Layanan

Situs Lainnya

Pertiba Startup & Network

Penandatanganan MoU antara Universitas Pertiba Dengan Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bangka Belitung dan Seminar “ Kebijakan Fiskal Dalam Ekonomi Nasional “

Penandatanganan MoU antara Universitas Pertiba Dengan Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bangka Belitung dan Seminar “ Kebijakan Fiskal Dalam Ekonomi Nasional “




Bangka Belitung, 29 Januari 2024 - Hari ini, Universitas Pertiba dan Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bangka Belitung. Kedua belah pihak menyambut baik kerjasama ini sebagai langkah strategis untuk memajukan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Selain penandatanganan MoU, acara ini juga dilanjutkan dengan seminar yang mengangkat tema "Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Nasional: APBN yang Sehat untuk Indonesia Semakin Kuat." Seminar ini dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, dan para praktisi keuangan dari berbagai sektor.

Rektor Universitas Pertiba Dr. (c) Suhardi, S.E., M.Sc., Ak.CA., CATr.C. Ftax, dalam sambutannya, mengucapkan  terima kasih dan  "Kerjasama ini akan membuka peluang besar bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam penelitian yang mendalam tentang kebijakan fiskal dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Semakin eratnya kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu ekonomi dan keuangan di Indonesia."

Sementara itu, Dr. Edih Mulyadi, S.E., M.Si. Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bangka Belitung menambahkan, "Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memperoleh wawasan yang lebih baik dari perspektif akademis dalam menghadapi tantangan keuangan dan mengelola APBN secara efektif."

Pada sesi seminar narasumber  Dr. Edih Mulyadi, S.E., M.Si,  membahas berbagai aspek kebijakan fiskal yang relevan dengan situasi ekonomi nasional. Mengupas isu-isu krusial seperti pengelolaan anggaran, alokasi dana publik, dan strategi keuangan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat. Selain itu, berbicara juga tentang tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia dalam mengelola kebijakan fiskal di tengah dinamika global. Pandangannya tentang peran kebijakan fiskal dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. "APBN yang sehat merupakan landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan kebijakan fiskal yang cerdas, Indonesia dapat memperkuat daya tahan ekonominya terhadap berbagai risiko eksternal.

 

Para peserta seminar, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi keuangan, aktif terlibat dalam sesi tanya jawab yang memperkaya diskusi. Dalam suasana yang penuh antusiasme, ide dan gagasan segar pun bermunculan, menciptakan atmosfer kolaboratif yang menjadi esensi dari kerjasama antara akademisi dan pemerintah.

Rektor Universitas Pertiba Dr. (c) Suhardi, S.E., M.Sc., Ak.CA., CATr.C. Ftax, mengungkapkan keberhasilan acara ini sebagai langkah konkret dalam membangun jembatan antara teori dan praktik. "Kami berkomitmen untuk mendukung penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan fiskal agar dapat merumuskan solusi-solusi inovatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam proses ini. "Mahasiswa merupakan agen perubahan masa depan, dan kami berharap kerjasama ini dapat memberikan mereka peluang untuk terlibat secara langsung dalam penelitian yang memiliki dampak positif bagi masyarakat," ucapnya

Penandatanganan MoU dan seminar ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memajukan pemahaman dan implementasi kebijakan fiskal yang berdampak positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Kerjasama yang erat antara Universitas Pertiba dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam merumuskan kebijakan fiskal yang responsif dan berdaya guna untuk mendukung Indonesia semakin kuat di kancah ekonomi global.diharapkan dapat menjadi model bagi kolaborasi serupa antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia, mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

( Penulis Triyono )